RADAR JOGJA – Pemkab Magelang memberi perhatian khusus kepada korban banjir bandang pada Sabtu lalu (29/2). Perhatian tersebut ditunjukkan dengan menyerahkan bantuan berupa lima unit handy talkie.

Bantuan diberikan untuk warga dua dusun di Desa Salam Kanci, Kecamatan Bandongan. Yakni, Dusun Mudan dan Dusun Semen.

Bupati Magelang Zaenal Arifin berharap bantuan handy talkie ini dapat meningkatkan mitigasi bencana di wilayah tersebut. Selain itu, pihak-pihak berwenang menjadi lebih mudah melakukan pemantauan.

“Paling tidak alat ini bisa lebih mempermudah untuk berkomunikasi di lokasi. Mengingat di lokasi bencana ini sangat sulit sinyal,” ungkap Zaenal saat meninjau lokasi bencana Rabu (4/3).

Dia juga berharap masyarakat korban banjir bandang dapat segera bangkit. Berbagai bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat segera pulih dan beraktivitas kembali seperti semula.

Kepala Unit Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto menjelaskan, penanganan pengungsi akibat banjir bandang tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah desa. Perlengkapan logistik telah dikelola oleh warga.

“Saat ini masih ada beberapa pengungsi. Namun, pada saat siang hari para pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing,” tuturnya.

Sebelumnya penanganan usai banjir bandang difokuskan pada pembukaan akses air. Langkah ini ditempuh agar tidak terjadi banjir bandang susulan. Proses tersebut sudah selesai dilakukan. Meskipun demikian, warga diminta untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang cukup tinggi.

BPBD juga bakal fokus pada pengkajian untuk menentukan langkah strategis berikutnya. Setidaknya, ada dua instansi yang akan terlibat. Yakni, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah.

“Kita minta bantuan PVMBG dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Hasil kajian geologi akan dijadikan dasar penentuan langkah berikutnya,” jelasnya. (asa/amd)