RADAR JOGJA – Temuan kasus sebaran virus korona di tanah air diklaim belum terlalu berdampak pada sektor pariwisara di Kabupaten Sleman. Meskipun demikian, hingga Maret ini terjadi penurunan jumlah wisatawan dibandingkan tahun lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih menyebutkan, pada periode Januari-Februari tahun 2019 jumlah kunjungan tercatat 1,2 juta wisatawan. Pada periode yang sama di tahun ini, hanya tercapai di angka 1,1 juta wisatawan.

Ia menyebut, turunnya jumlah wisatawan ini bukan karena isu virus korona. Namun disebabkan karena sedang masuk low season dan pengaruh aktivitas Gunung Merapi. “Erupsi Merapi yang beberapa kali terjadi berdampak pada kunjungan wisata lava tour,” ungkapnya Rabu (4/3).

Pelaksana Harian Sekertaris Daerah (Plh Sekda) Sleman Harda Kiswaya mengatakan, apabila ada dampak pada bidang pariwisata terkait korona, pemerintah pusat sudah berencana menyiapkan dana pengganti. Ia berharap agar realiasisi dana penganti bisa diproses segera. Pasalnya, jika pencairan dana itu macet dikhawatirkan berdampak pada kebutuhan belanja daerah.

Menurut Harda, pada sektor pariwisata dampak yang mungkin dirasakan karena virus korona adalah pada jumlah pendapatan hotel-hotel yang ada di Sleman. Di mana hal itu juga akan berpengaruh pada pembayaran pajak hotel itu sendiri. “Kalau penggantiannya cepat, pasti tidak terpengaruh. Kalau lama, mungkin akan berdampak pada pendapatan asli daerah,” ungkapnya. (inu/laz)