RADAR JOGJA – RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul tengah menangani tiga pasien dengan gejala Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dua pasien telah dirawat di ruang isolasi sejak Rabu (4/3). Sementara satu pasien, baru saja masuk Jumat malam (6/3).

Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayu Ningsih menuturkan ketiganya langsung dirujuk ruang isolasi. Proses pemantauan tetap mengedepankan standar baku WHO. Perlakuan berupa isolasi hingga hasil sampel Litbangkes terbit.

“Keluhannya mayoritas sama, demam, batuk pilek dan sesak nafas. Ditambah lagi ketiganya memiliki sejarah perjalanan ke Arab Saudi sebagai jamaah umrah,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (7/3).

Walau begitu dia memastikan ketiganya belum positif Covid-19. Karena uji laboratorium Litbangkes masih berlangsung. Untuk mengetahui hasil pasti membutuhkan waktu setidaknya tiga hingga tujuh hari. Karena Litbangkes tengah menguji sampel dari seluruh Indonesia. 

“Kalau statusnya dua pasien kategori orang dalam pengawasan (ODP), termasuk yang datang tadi malam (6/3). Lalu satu pasien lagi statusnya pasien dalam pengawasan (PDP),” ujarnya.

Siti menjelaskan detil diterimanya para pasien. Pasien pertama merupakan rujukan dari Puskesmas Piyungan. Waktu kedatangan Rabu siang (4/3). Pasien kedua datang sendiri ke IGD RSUD Panembahan Senopati, Rabu malam.

Pasien ketiga datang Jumat malam dengan keluhan demam, batuk dan sesak napas. Dari seluruh pasien hanya satu yang sempat singgah ke Malaysia. Pasien ini adalah yang masuk pertama kali.

“Domisilinya Bantul. Saat ini ketiganya sudah ditmpatkan di ruang isolasi bertekanan negatif. Standar penerapan isolasi selama 14 hari sesuai masa inkubasi,” katanya.

Siti memastikan jajarannya siap menangani pasien Covid-19. Ketersediaan ruang isolasi dipastikan cukup. Di samping itu tetap ada koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tindakan lanjutan tak menutup kemungkinan rujukan ke rumas sakit rujukan lainnya.

“Kami sudah siap, apalagi dinyatakan sebagai rumah sakit rujukan oleh Kemenkes. Mulai dari fasilitas hingga tenaga medis sudah siap,” ujarnya. (dwi/tif)