RADAR JOGJA – Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan memastikan pasien asal Jepang negatif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pernyataan ini terlegitimasi surat hasil uji laboratorium Litbangkes, yang terbit Sabtu (7/3). 

Pasien berstatus mahasiswa ini telah diizinkan pulang, Minggu (8/3).

Pasien WNA Jepang ini cukup lama dirawat di RSUP Sardjito. Tercatat pasien berjenis kelamin laki-laki ini masuk ruang isolasi sejak Selasa (3/3). Saat itu kondisinya mengalami demam disertai dengan infeksi paru-paru ringan.

“Setelah dirawat selama lima hari, akhirnya sudah diizinkan pulang. Surat dari Litbangkes keluar Sabtu malam tepatnya jam 22.30. Dinyatakan negatif dari Covid-19. Keluar dari rumah sakit Minggu (8/3) jam 12.30 dan infonya pulang ke Jepang hari ini,” jelasnya, Senin (9/3).

Kondisi kesehatan mahasiswa asal Jepang telah stabil. Suhu badan sudah normal dan tidak mengalami demam. Hasil pemeriksaan juga memastikan infeksi paru sudah berangsur pulih. Ditandai dengan tidak adanya batuk pada pasien.

Tindakan isolasi memang menjadi pertimbangan utama. Selain mengalami demam dan infeksi paru, juga mempertimbangkan negara asal. Seperti diketahui Jepang menjadi negara yang positif Covid-19. Sehingga penerapan isolasi sesuai dengan standar baku WHO.

Pada awal pemeriksaan, kondisi pasien berusia 21 tahun ini sempat drop. Terutama kondisi psikis pasca masuk ruang isolasi. Tak hanya ketakutan indikasi Covid-19, tapi juga kesendirian. WNA Jepang, lanjutnya, tak memiliki keluarga di Jogjakarta dan tak bisa berbahasa Indonesia.

“Sempat cemas jika hasil tes swab covid dan serum positif. Tapi kami berikan semangat agar psikisnya tak drop. Setelah tahu negatif, dia langsung menyatakan ingin kembali ke Jepang bersama salah seorang gurunya,” katanya.

Jogjakarta sendiri memiliki persiapan matang merawat pasien suscpet maupun positif Covid-19. Tercatat ada empat rumah sakit rujukan nasional. Selain RSUP Sardjito adapula RSUD Wirosaban Kota Jogja, RSUD Wates dan RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIJ fasilitas kesehatan berperan untuk pemantauan. Tercatat ada 74 rumah sakit di seluruh Jogjakarta ditambah 121 Puskesmas. Perannya menyisir dan melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Berdasarkan data ini dipastikan Jogjakarta aman dan siap dikunjungi. Untuk sektor wisata sudah kami siapkan fasilitas kesehatan. Paling minim adalah fasilitas cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Kami juga membersihkan fasilitas umum secara berkala,” jelas Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Rahardjo. (dwi/tif)