RADAR JOGJA – Kawasan perairan Samudera Hindia mengalami beberapa gempa bumi dalam kurun waktu sepekan. Terbaru adalah gempa yang terjadi pukul 15.03, Kamis (12/3). Kekuatan gempa mencapai magnitudo 5,1 skala richter. Dengan kedalaman 53 kilometer dan berjarak 13 kilometer dari Pacitan Jawa Timur.

Berdasarkan analisis Stasiun Geofisika (Stage) BMKG Jogjakarta, gempa tektonik kali ini menunjukan mekanisme sesar turun. Berupa gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Austalia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar turun atau normal fault,” jelas Kepala Stage BMKG Jogjakarta Agus Riyanto, Kamis (12/3).

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah termasuk Jogjakarta. Meliputi Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, Bantul, Klaten, Wonosari dan sebagian wilayah Kota Jogja. Wilayah ini tergolong dalam kategori II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Efek gempa juga terasa hingga Cilacap, Trenggalek dan Purworejo. Kategori efek gempa di wilayah ini I-II MMI. Berupa getaran yang dirasakan oleh beberapa orang. Selain itu benda-benda ringan yang digantung ikut bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Gempa ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” ujarnya.

Stage BMKG Jogjakarta terus melakukan pemantauan aktivitas. Terutama munculnya gempa bumi susulan yang berasal dari titik yang sama. Hasilnya negatif hingga pukul 15.50. Agus memastikan tidak ada aktivitas gempa susulan.

“Hingga sore hari, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu atau informasi hoax. Karena dalam kondisi panik terkadang tidak bisa berpikir jernih. Termasuk upaya evakuasi diri maupun keluarga dan warga sekitarnya.

“Cek keadaan rumah apabila ada retakan atau rusak akibat gempa lebih baik mengungsi dahulu. Tapi kalau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bisa kembali kembali ke dalam rumah,”pesannya. (dwi/tif)