RADAR JOGJA – Peringatan Hari Musik setiap 9 Maret secara nasional diusulkan diubah. Tanggal peringatan sebaiknya diganti sesuai tanggal kelahiran pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya W.R. Soepratman pada 19 Maret.

Penetapan Hari Musik dilakukan saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dasarnya yakni Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 1 Tahun 2013 tentang Hari Musik Indonesia.

Budayawan Purworejo Soekoso D.M. berpendapat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dan DPRD Purworejo harus bergerak dengan mengajukan usulan ke pemerintah pusat. Usulan itu intinya meminta dilakukan koreksi atau revisi terhadap tanggal tersebut.

“Pemkab dan DPRD harus melangkah menyikapi hal ini. W.R. Soepratman sudah diakui dilahirkan di Purworejo. Sekarang kita melakukan pelurusan itu,” kata Soekoso Rabu (11/3).

Diungkapkan, secara khusus pihaknya mengirimkan surat terbuka kepada sejumlah pihak terkait di Purworejo. Isinya terkait usulan pengubahan tanggak Hari Musik itu. Sebab, jika tetap diperingati setiap 9 Maret justru mengurangi makna historis dan sosiologis Hari Musik itu sendiri.

Surat tak hanya ditujukan kepada pemkab dan dewan. Surat serupa juga dikirimkan ke instansi-nstansi terkait.

“Yang saya lakukan ini semata-mata untuk memberikan penghargaan yang lebih layak kepada Pahlawan Nasional WR Soepratman,” imbuh Soekoso.

Menurutnya, perjalanan atau riwayat hidup Soepratman demikian dramatis. Itu sejak fenomena tempat dan tanggal lahirnya, sebutan namanya, dan keadaan keluarganya.

Mengutip pernyataan Dosen UII Jogjakarta Bambang Sutiyoso, Soekoso menegaskan, Pemkab Purworejo menjadi pihak yang paling berkepentingan untuk melakukan usulan revisi terkait tanggal Hari Musik. “Tujuan revisi untuk mengakhiri polemik yang berkelanjutan,” tambahnya.

Khusus di Purworejo, Soekoso menilai saat ini Pemkab Purworejo kurang peduli dengan keberadaan memorial house tempat kelahiran W.R. Soepratman di Somongari. “Sejak dibangun di era Bupati Kelik Sumrahadi, sampai sekarang kondisinya masih ajeg-ajeg saja atau tidak ada perubahan,” imbuh Soekoso. (udi/amd)