RADAR JOGJA – Tempat wisata di Bantul melakukan antisipasi penularan virus korona. Pengadaan fasilitas dan kegiatan yang dapat menunjang kesehatan pun gencar dilakukan.

Belum ada antisipasi khusus untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu di Hutan Pinus Mangunan, Dlingo. Sebab, belum ada imbauan dari puskesmas setempat. “Tapi kalau ada imbuan kami akan menyediakan fasilitas penunjang,” kata Ade Ulfa Nugroho, petugas tiket di Hutan Pinus Mangunan.

Namun pengelola wisata ini menyediakan dua tempat cuci tangan di depan pintu masuk. Fasilitas tersebut dihadirkan sekitar satu minggu lalu. “Merespons pemberintaan tentang merebaknya korona,” ujar Ulfa kepada Radar Jogja.

Adanya tempat cuci tangan ini diapresiasi pengunjung. Rafa misalnya, selepas berkegiatan di luar ruangan dia dapat langsung mencuci tangan. “Bagus sih, jadi nggak harus ke toilet,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Anisa, juga acung jempol. Sebab jarang destinasi wisata menyediakan fasilitas tempat cuci tangan. Dia pun tidak khawatir untuk berwisata. “Yang penting jaga kebersihan, jadi aman,” sebutnya.

Perlu diketahui, sejak merebaknya virus korona, wisatawan di Hutan Pinus Mangunan mengalami penurunan. Pada akhir pekan biasanya dikunjungi 2.000-2.500 pengunjung. Saat ini pada kisaran 1.500-1.800 pengunjung.

Perintis dan Pembina Hutan Pinus Mangunan Suratman pun menjelaskan booking outbond dan pentas musik banyak yang dibatalkan. “Pengunjung jangan takut, insya Allah aman,” ujarnya.

Sementara itu lokasi wisata Taman Jati Larangan, pengelola wisata mengajak pengunjung untuk beraktivitas fisik. Mereka mengajak pengunjung membuat video TikTok dan senam sehat. “Saya mendukung kegiatan senam, karena baik untuk mengantisipasi mewabahnya virus korona,” kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sambutannya saat meresmikan lokasi wisata itu, Minggu (15/3).

Taman Jati Larangan mengusung konsep taman dan kuliner. Penduduk menjual menu sehat dengan nama unik. “Ada sego liwet, sayur peso (tempe daun so), tembak (tempe rambak), ondel-ondel (oseng-oseng grandel atau bunga papaya),” sebut Slamet Prihatin, Ketua RT 01 Iroyudan.

Destinasi wisata lainnya, Parangtritis, mendapat perhatian dari Dir Polair. Bersama kelompok nelayan dan puskesmas setempat melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Parangtritis.

Dibagikan pula hand sanitizer kepada petugas TPR Induk Pantai Parangtritis. Tapi Koordinator TPR Induk Pantai Parangtritis Rokhmat Riwanto tidak mau berkomentar tentang kawasan terbuka Pantai Parangtritis. “Jangkauannya sangat luas,” sebutnya. (cr2/laz)