RADAR JOGJA – Bandung BJB Tandamata memastikan diri tampil menjadi juara sektor putri dalam gelaran putaran kedua seri ketiga Proliga di Jogjakarta. Sedangkan Jakarta Bank BNI 46 menjadi yang terbaik di sektor putra.

Kepastian tersebut diperoleh usai berakhirnya gelaran putaran kedua seri ketiga Proliga di Jogjakarta kemarin malam (15/3). Kedua tim meraih hasil positif.

Usia seri Jogjakarta ini, PP PBVSI memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi Proliga. Hal itu terkait instruksi pemerintah pusat setelah merebaknya penyebaran virus korona.

“Dengan memperhatikan perkembangan kasus korona saat ini dan merujuk hasil pertemuan dengan Kemenpora pada Jumat 13 Maret 2020 maka diputuskan, mulai Senin 16 Maret 2020 kompetisi voli profesional Proliga dihentikan sementara,” kata Ketua PP PBVSI Imam Sujarwo.

Imam menjelaskan, kelanjutan kompetisi akan disampaikan lebih lanjut setelah kondisi kondusif. Jika penyebaran virus korona mereda maka kompetisi bola voli kasta tertinggi di tanah air itu bisa kembali dilanjutkan.

Menurut jadwal awal, Proliga masih menyisakan tiga seri. Dua seri babak final four rencananya berlangsung di Kediri dan Solo pada awal April mendatang. Selain itu, babak grand final direncanakan berlangsung di GOR Amongrogo Jogja pada 18 dan 19 April mendatang. Belakangan sempat ada wacana pemindahan venue babak final four dan grand final di Padepokan Voli Jendral Polisi Kunarto di Sentul, Bogor.

Sementara itu, dalam hari terakhir putaran kedua seri ketiga Proliga di Jogjakarta kemarin dipertandingkan empat laga. Tim putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) menghadapi Bandung BJB Tandamata dan Jakarta BNI 46 melawan PGN Popsivo Polwan. Laga lainnya yakni Bhayangkara Surabaya Samator melawan Lamongan Sadang-MHS dan Jakarta BNI 46 menghadapi Jakarta Garuda. (kur/amd)