RADAR JOGJA – Pasangan bakal calon (balon) kepala daerah Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati bisa bernafas lega. Bawaslu Gunungkidul menganulir keputusan KPU dan merekomendasikan agar berkas dukungan suara yang sempat menjadi batu sandungan karena dianggap tidak lengkap dihitung ulang.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, hasil tindak lanjut putusan Bawaslu terkait sengketa pilkada, pada akhir pekan lalu diputuskan dengan pengecekan ulang syarat dukungan. Kemarin (15/3) di kantor KPU Gunungkidul dilakukan koordinasi tindaklanjut putusan Bawaslu tersebut. Hasil koordinasi, putusan pengecekan ulang berkas syarat dukungan dilaksanakan tiga hari kerja.

“Tidak ada seremonial penyerahan, langsung pengecekan. KPU menyiapkan tanda terima dokumen dukungan,” ucapnya.

Sementara yang diserahkan bapaslon ke KPU meliputi, formulir B1 ditempeli KTP. Kemudian formulir B1.1 yaitu daftar nama per desa per kecamatan dan juga formulir B2 tentang rekapitulasi per desa per kecamatan. Berdasarkan koordinasi, bapaslon siap menyerahkan dokumen pada Rabu (18/3) atau di hari terakhir. Pengecekan oleh 15 tim KPU didampingi dan disaksikan satu orang LO dan satu orang Bawaslu. Waktu pengecekan diupayakan pada siang hari atau jam kerja.

“Tempat (pengecekan berkas) disediakan di dalam ruangan dan di luar ruangan. Tempat pengecekan steril hanya yang berkepentingan,” tegasnya.

Mantan Komisioner KPU Gunungkidul itu melanjutkan, keputusan pengecekan ulang melalui sidang musyawarah. Tapi karena tidak ada kata kemufakatan maka Bawaslu memutus dengan mempertimbangkan fakta disidang musyawarah, regulasi dan bukti-bukti yang ada.

Sementara itu, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengaku menghormati putusan Bawaslu terkait sengketa pilkada. Sesuai dengan putusan itu, pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut dengan melakukan pengecekan ulang data dukungan dari bapaslon Kelik dan Yayuk.

“Kami laksanakan sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Ahmadi.

Terpisah, Bapaslon Kelik Agung Nugroho ketika dikonfirmasi menyambut baik keputusan Bawaslu agar berkas dukungan yang sempat dianggap tidak sah agar dicek ulang. Bersama dengan tim sedang melakukan persiapan untuk kemudian menindaklanjuti keputusan Bawaslu. “Target kami kan, bisa ikut dalam Pilkada 2020. Saya optimis berkas dukungan lengkap,” kata Kelik.

Untuk mengingatkan, bapaslon independen, Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati mengaku kehilangan sedikitnya 1.600 dukungan dari masyarakat. Hilangnya dukungan dari masyarakat diketahui pada saat pencocokan data formulir di KPU. Kemudian pasangan itu wadul ke Bawaslu. (gun/bah)