RADAR JOGJA – Beberapa museum yang ada di DIJ mengambil kebijakan berbeda terkait merebaknya virus korona. Terdapat 38 museum yang tergabung dalam Badan Musyawarah Museum (Barahmus). Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya tutup, sembilan di antara masih buka namun sepi pengunjung.

Dari 16 museum, sepuluh di antaranya tutup hingga 30 Maret mendatang. Museum tersebut yakni Museum Benteng Vredeburg, Museum Perjuangan, Museum Wayang Beber Sekartaji, Ullen Sentalu, Museum Gumuk Pasir, Museum Biologi, Museum Pendidikan Sejarah UPY, Monumen Jogja Kembali, Museum HM. Soeharto, dan Museum dr. Yap Prawirohusodo. Sedangkan enam museum lainnya tidak memberikan batas waktu, yaitu Museum Sandi, Museum UGM, Museum TNI AD Dharma Wiratama, Museum Jendral Besar Sudirman, MDKG Tamansiswa, Museum GTM UPN.

Sembilan museum lainnya masih buka dengan protokol kesehatan dan aturan pembatasan. Museum tersebut adalah Museum Sonobudoyo, Museum Batik Yogyakarta, Museum Sains Taman Pintar, Museum Gunungapi Merapi, Museum Tembi, Museum Wayang Kekayon Yogyakarta,  Museum Pergerakan Wanita, Museum Affandi, dan Museum History Of Java (HOJ).

Mengikuti himbauan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, masyarakat masih diberi kesempatan untuk beraktivitas secara terkendali yaitu menyedikan kelengkapan deteksi medis terkait Covid-19.

“Kami mengikuti saran Barahmus, museum diberi pilihan untuk tutup hingga akhir Maret 2020 atau buka secara terkondisi,” kata CEO Museum HOJ Alit Merthayasa.

Dijelaskan, HOJ pun tetap menerima pengunjung yang ingin berkunjung, baik pengunjung yang datang secara mandiri ataupun kelompok dalam jumlah terbatas. HOJ menyediakan sabun cuci tangan di tiap wastafel. Terdapat alat pengukur suhu tubuh. Selain itu juga tersedia hand sanitizer di pintu masuk. “Tapi sampai hari ini belum ada kunjungan mana pun,” ujar Yeni Dwi Wanti, bagian keuangan HOJ.

Sepi pengunjung, terjadi sejak keluarnya surat edaran dari dinas pendidikan yang melarang kegiatan outing class. ”Semua kunjungan telah dibatalkan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jendral Sudirman Kapten CAJ Heru Santoso justru menolak kunjungan. Museum yang berada di bawah TNI Angkatan Darat (AD) itu mengikuti instruksi, untuk ditutup mulai Senin (16/3). “Tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kalau sudah kondusif bisa dibuka kembali,” sebutnya.

Mengacu pada instruksi pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Gubernur DIJ, dan Bupati Bantul Suharsono, Museum H.M. Soeharto juga tutup. Sebagai upaya menanggulangi dan meningkatkan kewaspadaan pada penyebaran Covid-19. (cr2/bah)