RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja mempercepat upaya tracing atau pelacakan rekam jejak pasien berstatus pasien dengan pengawasan (PDP) dan positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Diawali dari tempat tinggal pasien hingga interaksi sosial dalam rentang 14 hari ke belakang.

Tercatat saat ini ada tiga klaster di kawasan Kota Jogja. Klaster pertama adalah pasien balita yang kini dirawat di RSUP Sardjito. Klaster kedua adalah profesor UGM. Untuk klaster ketiga masih dalam dugaan, yaitu Klaster Bogor.

“Klaster balita sudah hampir habis masa inkubasinya, Pujokusman dan Giwangan tidak ada temuan. Memang ada PDP di RSUD Wirosaban tapi sampai saat ini masih negatif,” jelas Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, ditemui di Malioboro, Jumat (20/3).

Terkait Klaster Profesor UGM terdapat satu temuan. Merupakan mahasiswa dari pasien nomor 2 Covid-19 Jogjakarta. Tindakan preventif dilakukan secara mandiri. Berupa mengisolasi diri dari lingkungan luar di kediamannya.

Klaster ketiga masih dalam pelacakan tim Pemkot Jogja. Berupa klaster yang berinteraksi dengan pasien nomor 3 Covid-19 Jogjakarta. Pasien ini sempat mengikuti seminar di Bogor. Bersamaan dengan pasien positif Covid-19 asal Solo.

“Klaster Bogor masih kami tracing. Mulai dari Puskemas Gedongtengen, tempat tinggal dan sekitarnya. Semoga tidak ada,” harapnya.

Hingga saat ini RSUD Wirosaban Kota Jogja merawat tiga PDP. Adapula satu pasien laki-laki berusia 60 tahun positif Covid-19.

“Sejak Januari sampai Maret kami sudah tracing dan pemeriksan kesehatan. Tercatat ada 5 ribu pasien di Puskemas dan rumah sakit di Kota. Hasilnya ada 33 orang berstatus OPD (orang dalam pemantauan), 3 PDP dan satu pasien positif Covid-19,” ujarnya.

Beragam kebijakan lintas instansi maupun masyarakat terus digaungkan. Mulai dari penyiagaan tempat cuci tangan di sejumlah fasilitas publik. Hingga penambahan rumah sakit rujukan Covid-19.

Malioboro, lanjutnya, memiliki 140 tempat cuci tangan. Seluruhnya disediakan secara mandiri oleh para pedagang kawasan Malioboro. Ada pula aksi bersih-bersih yang berlangsung rutin harian maupun teragenda. 

“Penyemprotan disinfektan akan berlangsung rutin untuk fasilitas publik. Setiap Jumat, Minggu dan Selasa. Tapi warga tetap bisa kerja bakti mandiri di lingkungannya masing-masing,” katanya.(dwi/tif)