RADAR JOGJA – Kegiatan bersih-bersih antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berlangsung menyeluruh. Kali ini tak hanya melibatkan instansi plat merah. Sejumlah komunitas dan warga ikut turun dalam aksi positif ini. Sasarannya adalah sejumlah fasilitas publik.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji berharap gerakan ini berlangsung masif. Tentunya perlu kesadaran dari masyarakat. Diawali dengan pembersihan di lingkungan rumah, lingkup kerja hingga fasilitas publik.

“Kami ingin seluruh masyarakat di Jogjakarta gumregah. Bersama-sama untuk melakukan pembersihan. Termasuk semprot disinfektan secara masif dan berlangsung kontinyu. Semoga Jogjakarta akan steril dari virus,” jelasnya ditemui di Gerbang Barat Komplek Kepatihan Jogjakarta, Jumat (20/3).

Penyemprotan disinfektan kali ini terfokus di kawasan Malioboro. Melibatkan mobil sweaper milik Pemkot Jogja dan mobil tangki milik BPBD DIJ. Penyemprotan ini menghabiskan sekitar  4.500 liter disinfektan.

Penyemprotan diawali dari titik pintu gerbang barat Kompleks Kepatihan Jogjakarta. Selanjutnya tim terbagi menjadi dua, menuju utara dan selatan. Sasarannya adalah bangku pedestrian, lapak pedagang, daerah pertokoan dan benda di sepanjang Malioboro.

“Toko-toko, rumah-rumah yang ada di pinggir jalan maupun d kampung bisa mengeluarkan keran air atau menggunakan selang. Supaya setiap orang yang lewat di situ bisa cuci tangan, sediakan sabun dan sebaiknya memang air mengalir,” imbaunya.

Aji mengapresiasi inisiatif para pedagang Malioboro. Tanpa dikomando langsung menyediakan ratusan tempat cuci tangan. Walau sifatnya portabel namun sudah sangat menjamin kenyamanan dan kesehatan pengunjung kawasan tersebut.

“Kalau tidak bekerjasama dan berkolaborasi antara masyarakat dan pemerintah tentu tidak bisa. Cara ini efektif, dan kedepan tidak hanya di Malioboro. Semoga semangat ini bisa tersebar,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana berharap kegiatan ini bisa berlangsung konsisten. Pihaknya siap mendukung kolaborasi aksi bersih-bersih bersama masyarakat. Sehingga kesadaran akan pencegahan Covid-19 menjadi tanggungjawab bersama.

“Mari sebarkan virus reresik, bukan virus Corona. Ini virus yang baik untuk diterapkan oleh semua orang. Virus reresik untuk kebaikan bersama,” ajaknya. (dwi/tif)