RADAR JOGJA – Pemprov DIJ mengoptimalkan kinerja dengan pembentukan Gugus Tugas Penangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tim ini diketuai oleh Wakil Gubernur DIJ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X ( KGPAA PA X). Dikuatkan dengan adanya Keputusan Gubernur DIY Nomor 64/KEP/2020.

Ke depannya tim ini akan menangani Covid-19 dalam berbagai aspek. Selain itu juga mengkaji dan merespon dampak virus kepada Jogjakarta. Tentunya melalui sinergi antar instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ada peran untuk melaksanakan antisipasi perkembangan ekskalasi penyebaran virus corona. Fokusnya adalah meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional dan melaksanakan pencegahan, deteksi, dan respon terhadap Covid-19,” jelas Sekretaris Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji ditemui di Kompleks Kepatihan Jogjakarta, Kamis (19/3).

Selain PA X, Gugus Tugas ini juga memiliki sembilan wakil ketua. Terdiri dari masing-masing Kepala Daerah dari kabupaten/kota. Adapula Kepala Perwakilan BI Jogjakarta, Karo Ops Polda DIJ, Kasiter Korem 072/Pamungkas, dan Korwil BIN DIJ. HB X, lanjutnya, berperan sebagai pengarah. Turut mendampingi pula Kapolda DIJ, Komandan Korem 072/ Pamungkas, Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Jogjakarta, dan Kepala Badan Intelijen DIJ. Dalam tugas Gugus Tugas memiliki lima bidang tugas.

“Agar fokus sesuai tupoksinya. Ada bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang sosial kemasyarakatan hingga bidang komunikasi dan informasi,” ujarnya.

Masing-masing bidang pada gugus tugas ini memiliki program secara mandiri. Walau begitu tetap memiliki sinergitas dalam penanganan Covid-19. Diawali dengan perencanaan kerja dalam pembentukan action plan kedepan.

“Rapat di masing-masing secara mandiri dan hasilnya nanti dikumpulkan di sekretariat,” katanya.

Sementara untuk anggaran penanganan Covid-19, Aji memastikan aman. Untuk saat ini penanganan masih memanfaatkan dana reguler. Masih ada pula dana tak terduga sebesar Rp 14,8 miliar.

Alokasi dana bisa bertambah seiring waktu berjalan. Tentunya berdasarkan evaluasi yang berlangsung selama proses penanganan Covid-19. Skenario tercepat adalah re-desain APBD Pemprov DIJ.

“Kalau misalkan kurang, akan ada re-desain APBD dan Dewan sudah setuju. Alokasinya fokus ke kesehatan, dalam wujud pengadaan disinfektan, sosialisasi edukasi kepada masyarakat hingga penyediaan tempat atau ruangan untuk perawatan,” ujarnya.(dwi/tif)