RADAR JOGJA – Di tengah mewabahnya virus Covid-19, kebutuhan pangan di Gunungkidul stabil diharga tinggi. Meski demikian, Pemkab Gunungkidul melalui dinas perindustrian dan perdagangan mengklaim stok masih aman.

Kepala Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto menjelaskan merebaknya virus Covid-19 menurunkan daya beli masyarakat. Akan tetapi secara hitungan persentase masih dihitung.

“Memang terjadi penunan transaksi. Namun kami memastikan, untuk ketersediaan atai stok aman sampai dengan lebaran,” kata Johan.

Mantan Camat Ponjong itu mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Bulog, secara umum stok pangan aman. Meski diakui, ada beberapa komoditas ketersediaannya terganggu, seperti komoditas gula pasir.

“Saya kira kalau di Gunungkidul stok tidak ada masalah, karena kearifan lokal tunda jual. Maksudnya, selesai panen disimpan dulu baru dijual dan mengonsumsi hasil panen sebelumnya,” ujarnya. (gun/bah)