RADAR JOGJA – Selain menghadapi pandemi Korona, Indonesia juga sedang waspada DBD di musim penghujan ini. Terlebih angka pasien DBD di beberapa kota mengalami peningkatan. Termasuk wilayah DIJ. Merespon kondisi tersebut, Pocari Sweat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Jogja mengadakan edukasi kesehatan bagi Kepala Puskesmas dan Kader DBD.  

Mengusung tema ‘Bahaya Demam Berdarah’, kegiatan berwujud talk show ini dilakukan Kamis (12/3) lalu di Dinas Kesehatan Kota Jogja. Bersama Dhionata Atmaja dari Pocari Sweat sebagai pembicara.

“Pocari Sweat sudah sejak lama peduli untuk menekan angka kematian yang disebabkan oleh demam berdarah di Indonesia,” ungkapnya.

Dhionata memaparkan, menurut rekomendasi WHO dikutip dari Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever 2011, Revised & expanded edition, hlm. 44, box 12, pasien DBD membutuhkan asupan cairan yang cukup (bukan air biasa), di antaranya adalah dengan memberikan larutan elektrolit isotonik.

“Penderita demam berdarah mengalami dehidrasi berat melalui pendarahan maupun kebocoran sel. Bila tidak segera diatasi, dehidrasi menjadi sangat berbahaya sampai mengakibatkan kematian,” tuturnya.

Dengan edukasi ini pihaknya berharap kewaspadaan masyarakat terhadap demam berdarah semakin baik agar bisa melakukan pencegahan dini terhadap gejala DBD. (sce/tif)