RADAR JOGJA  – Tak hanya penyemprotan, PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Jogjakarta menerapkan jarak selisih duduk sebagai wujud social distancing. Berupa pembatasan jarak antar penumpang di area stasiu ini. Termasuk selama dalam perjalanan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto menuturkan kebijakan ini atas kajian mendalam. Tujuannya adalah menghindari penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terutama bagi penumpang kereta api dari seluruh rute perjalanan.

“Kebijakan ini kami terapkan demi keamanan, kenyamanan dan kesehatan penumpang juga. Sehingga mohon dipahami demi kebaikan bersama. Setidaknya langkah ini mampu mencegah serta menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya, Sabtu (21/3).

Penerapan Social Distancing diterapkan sejak pintu masuk. Diawali dengan adanya tanda batas di beberapa titik. Mulai dari loket, boarding, mesin Check In Mandiri hingga tempat duduk ruang tunggu. 

Jarak antarpenumpang ini diatur dalam rentang satu meter.  Baik untuk antrian tiket, tempat duduk ruang tunggu hingga tempat duduk penumpang. Tentunya ini berpengaruh pada sistem penjualan tiket.

“Penumpang diharapkan mengetahui tanda batas untuk mengantre dengan tertib dan duduk ditempat yang tidak ada tanda larangannya. Lalu mengikuti seluruh arahan dari petugas yang ada di stasiun,” ujarnya.

Proses boarding penumpang, lanjutnya, dapat dilalukan secara mandiri. Caranya dengan menunjukkan identitas diri dan boarding pass. Berlanjut dengan scan barcode secara mandiri. Walau begitu seluruh proses tetap diawasi oleh petugas boarding.

Kebijakan lain adalah membatasi kapasitas penumpang. Berlaku hanya untuk KA Prambanan Ekspres (Prameks) dan Kereta Bandara. Dari awalnya kapasitas maksimum 150 persen menjadi 75 persen dalam satu kali perjalanan.

“Lalu untuk penumpang KA Jarak Jauh, kondektur dapat memindahkan penumpang ke kursi yang kosong jika ada permintaan dari penumpang. Penumpang dapat menghubungi kondektur melalui nomor Handphone yang tertera pada setiap dinding kereta,” katanya.

Upaya preventif terhadap Covid-19 telah berlangsung sejak Februari. Berupa penyediaan hand sanitizer di area stasiun dan di rangkaian KA. Selain itu ada pengecekan suhu badan kepada calon penumpang.

Jajarannya juga berupaya menjaga kebersihan stasiun maupun sarana kereta denhan penyemprotan disinfektan pada berbagai stasiun dan sarana KA. Perlakuan ini berlaku setiap hari, termasuk saat kereta api tiba di tujuan akhir stasiun.

“Apabila ditemukan calon penumpang dengan suhu badan 38 derajat Celcius sampai ke atas, akan dilarang untuk melakukan perjalanan kereta api. Biaya pemesanan tiket akan dikembalikan secara penuh dan tunai,” ujarnya. (dwi/tif)