RADAR JOGJA – Merebaknya virus korona beberapa agenda kegiatan juga turut terdampak dibatalkan terutama yang berhubungan dengan kemanusiaan. Seperti kegiatan donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja.

Pengelola Unit Donor Darah PMI Kota Jogja, Nur Edi Hidayat mengatakan, ada 24 lokasi yang membatalkan donor darah. Padahal target 25 lokasi bisa mendapatkan 2.000 kantong darah. “Kami sekarang upayanya menghimpun minta masyarakat pendonor datang ke PMI,” katanya, Senin (23/3).

Dia menjelaskan kondisi merebaknya virus korona juga berdampak pada kunjungan masyarakat yang akan mendonorkan darahnya. Biasanya yang datang hingga 100 orang, kemarin (23/3) hanya 60 orang yang datang. “Itu (stok darah) bisa untuk hari besok aman. Asalkan Kabupaten lainnya tidak minta PMI Jogja,” ujarnya.

Dengan demikian, dalam beberapa hari ini pihaknya harus memaksa jajaran Kabupaten agar giat mencari pendonor. Pun ada kebijakan dari PMI Jogja untuk membatasi permintaan stok darah dari luar kota kecuali sangat urgent. “Enam PMI yang minta droping di luar DIJ. Berarti se-Indonesia memang agak kolaps,” jelasnya.

Namun, menurutnya permintaan darah masih tetap stabil. Hanya separo dari pemenuhan stok, di semua PMI sekitar 55 persen dari kegiatan donor di luar. Dicontohkan tahun lalu, selama satu tahun ada 46 ribu kantong. Adapun 25 ribu kantong diantaranya dari kegiatan donor di luar. Meskipun, pihaknya tidak melakukan penolakan setiap ada kegiatan donor darah. Namun pihaknya mensyaratkan adanga protokol pelaksanaan. Seperti setiap instansi organisasi ruangannya harus disemprot disinfektan lebih dulu, mencuci tangan, cek suhu, duduk antara pendonor dan ruang tunggu minimal berjarak satu meter.

“Khawatir kami karena kebijakan pemerintah berkumpul tidak boleh, maka penyelenggaraan donor di luar tidak ada,” tambahnya. (wia/pra)