RADAR JOGJA – Merebaknya virus korona atau Covid-19 mengakibatkan sejumlah toko dan penyedia alat kesehatan kehabisan stok hand sanitizer. Kondisi itu menggugah kesadaran sejumlah pemuda di Kulonprogo melakukan aksi nyata, membantu warga yang kesulitan mendapatkan hand sanitizer. Salah satunya seperti yang dilakukan Nosa Pramana.

Wabah korona menjadi momok yang membuat masyarakat terjebak dalam situasi dan kondisi sulit. Namun di tengah mewabahnya virus ini, juga memunculkan empati, melunturkan kebiasaan acuh berganti dengan sikap peduli satu dengan yang lainnya.

Sikap itu ditunjukkan seorang Nosa Pramana didukung Septian Aryo Cahyo Seto dan sejumlah pemuda lainnya. Mereka membuat dan membagikan isi ulang hand sanitizer secara gratis, Senin (23/3).

Bukan tanpa modal, mereka rela merogoh kocek pribadi untuk membeli bahan baku hand sanitizer. Puluhan liter hand sanitizer pun akhirnya berhasil dibagikan secara cuma-cuma. Seto bahkan merelakan studio fotonya di wilayah Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, untuk dijadikan lokasi pembagian cairan penangkal wabah pageblug itu.

“Awalnya saya pribadi, namun ternyata banyak teman-teman yang membantu untuk membeli refill hand sanitizer ini,” ucap Seto dengan tangan tetap sibuk memproduksi cairan hand sanitizer.

Menurutnya, aksinya ini didasari oleh keprihatinan atas langkanya alat pelindung diri dari virus korona di pasaran. Ia juga menyayangkan oknum yang justru memanfaatkan momen ini untuk menimbun hand sanitizer dan dijual dengan harga berkali-kali lipat. “Mari gunakan hati nurani, masyarakat tengah membutuhkan hand sanitizer sebagai salah satu upaya pencegahan penyebarann virus korona,” ujarnya.

Hingga akhirnya Seno dan para pemuda ini sepakat melakukan aksi hebat tersebut. Mereka tidak memilih siapa saja yang ingin mengisi ulang hand sanitizer. Jika ada pembatasan, mereka hanya ingin memastikan, agar semua orang mendapatkan hand sanitizer. “Kami batasi setiap orang membawa satu botol hand sanitizer kecil berukuran 60 ml hingga 100 ml untuk diisi ulang. Supaya semua kebagian,”  ujarnya.

Ditambahkan, hand sanitizer yang dibagikan dipesankan untuk dipakai sendiri. Bukan untuk dijual kembali. Rencananya, pengisian ulang hand sanitizer secara gratis ini bakal dilakukan hingga 31 Maret mendatang. “Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam aksi ini,” katanya.

Winda Dwi Lestari, 17, warga Panjatan mengungkapkan, dalam sepekan terakhir dirinya telah berusaha mencari dan mendapatkan hand sanitizer. Karena sangat membutuhkan untuk perlindungan diri, ia bahkan harus menebus hand sanitizer dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) melalui online.

“Mereka hebat, aksi mereka luar biasa. Sangat membantu kami yang kesulitan mendapatkan hand sanitizer. Semoga pemerintah melihat aksi ini,” ungkapnya. (tom/laz)