RADAR JOGJA – Ritual wajib dalam perayaan Hari Raya Nyepi Tawur Kesanga tetap dilaksanakan hari ini (23/3) di Wisnu Mandala, Candi Prambanan. Namun, berdasar imbauan Pemerintah terkait pencegahan virus Korona, ritual kalo ini hanya diikuti sebanyak 60 umat Hindu dan dilaksanakan selama dua jam.

“Parisada Pusat dan Jawa Tengah telah mengeluarkan semacam ketentuan terkait isu corona yang semakin mewabah. Untuk itu, harus ada rujukan dari penyelenggaraan dari pihak terkait. Kami sudah rapat-rapat dengan pemerintah daerah pada 19 Maret lalu, kemudian disepakati bahwa di Klaten, maksimum berkumpul massa 60 orang,” jelas Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kabupaten Klaten Hendrata Wisnu, Senin (23/3).

Khusus untuk Tawur Agung, tidak diselenggarakan dalam skala nasional. Setelah diperkecil dalam skala Klaten, diperkecil lagi menjadi skala panitia. Semua peserta sembahyang harus mencuci tangan dan akan dicek suhu tubuhnya.

“Kalau di atas 37,5  derajat Celcius, akan masuk ke ruang isolasi. Hand sanitizer dan penyemprotan desinfektan akan  dilakukan di tempat persembahyangan,” tuturnya.

Wisnu menambahkan, umat Hindu yang sembahyang akan berjarak satu meter dengan umat Hindu lain. “Di tenda sudah digarisi, tidak boleh berdekatan, bahkan saat ini hanya satu tendanya,” katanya.

“Kami umat Hindu mengambil hikmah, berarti kami dapat bersembahyang dengan khusuk. Akan dilantunkan juga doa keselamatan bangsa agar diselamatkan dan dilindungi dari virus Corona,” ungkapnya.

Ketua Panitia Tawur Kesanga Suyanto menambahkan, 60 peserta upacara di abtaranta Manggala Upacara, Pinandita, Sarati Banten, dan panitia yang ditunjuk.

Selain itu juga dibuat surat edaran untuk umat Hindu se-Jawa Tengah agar tidak menuju ke Prambanan. “Untuk Tirtha Caru dari Candi Prambanan  dapat dimintakan kepada ketua PHDI kecamatan wilayah masing-masing,” katanya.

General Manager Unit Prambanan Aryono menuturkan, meski Candi Prambanan tidak beroperasi seperti biasa karena tutup terkait pencegahan wabah Corona, pihaknya tetap mendukung acara Tawur Kesanga.

“Kami nanti akan minta identitas dari setiap pengunjung yang akan sembahyang dengan jumlah 60 orang yang telah ditentukan. Kami terbitkan ID Card. Kalau belum ada ID Card, tidak akan diperkenankan masuk,” katanya.

“Kami akan mengawal dengan hati-hati Tawur Kesanga dengan protokol yang ketat dalam pencegahan Covid19,” tambah dia. (sky/tif)