RADAR JOGJA – Aksi vandalisme kembali terjadi di wilayah Kota Jogja. Kali ini lempengan tembaga yang berada di miniatur Tugu Golong Gilig hilang dicuri. Pemprov DIJ sedang melacak pelakunya.

Kepala Kundha Kabudhayan atau Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Aris Eko Nugroho mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan instansi lainnya. Terutama untuk pengecekan melalui closed circuit television (CCTV). “Sudah kami koordinasikan dengan (Dinas) Kominfo dan Dishub untuk melihat rekaman CCTV di sana,” kata Aris, Rabu (25/3).

Aris mengatakan, mendapat laporan aksi vandalisme tersebut dimungkinkan terjadi pada Selasa (24/3) dini hari. Kemungkinan memanfaatkan momentum sepinya kawasan tersebut, saat wisatawan mengurangi aktivitas di luar. “Biasanya kan di sana ramai, tapi sekarang sepi, bias jadi memanfaatkan situasi,” ungkapnya.

Akibat aksi vandalisme tersebut, miniatur sumbu filosofi DIJ dari Gunung Merapi hingga laut selatan terlihat rusak. Lempengan tembaga yang dicuri berada di sisi selatan dan timur miniature Panggung Krapyak.

Mantan Kepala Bidang Anggaran dan Belanja Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah DIJ itu menambahkan, akan melakukan penggantian pada lempeng tembaga yang hilang. Tapi dia belum mengetahui anggaran yang dibutuhkan untuk penggantian. Termasuk nilai ekonomi lempeng tembaga yang hilang.

Hanya Aris menyayangkan masih minimnya rasa handarbeni atau rasa memiliki pada miniatur tersebut. “Padahal itu kan sebagai pengetahuan sumbu filosiofi DIJ,” katanya. Miniatur Tugu Golong Gilig, yang berada di sisi tenggara Tugu Pal Putih itu diresmikan pada 2015 lalu. Miniatur Tugu Golong Gilig, yang juga ditampilkan gambaran sumbu filosofis Jogja itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,6 miliar. Terdiri dari Rp 1,5 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp 1,1 miliar untuk konstruksi lahan seluas 270 meter persegi tersebut. (pra)