RADAR JOGJA – Merebaknya virus korona,membuat berbagai agenda dibatalkan atau diundur pelaksanaannya. Termasuk salah satunya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di daerah tersebut.

Pilkades Kabupaten Sleman yang sedianya dilaksanakan akhir bulan ini, terpaksa diundur pelaksanaannya hingga waktu yang belum ditentukan. ”Secara pribadi saya lega dengan pengunduran jadwal Pilkades, karena ini menyangkut keselamatan orang banyak. Jadi kami tidak masalah, bahkan kami mendukung dengan keputusan ini,” ujar Amin Sarjito SH, salah seorang calon Kades Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Rabu (25/3).

Dia mendukung keputusan pemerintah, karena pengunduran pelaksanaan  Pilkades ini juga untuk keselamatan orang banyak. “Ini masalah kemanusiaan, jadi harus kita dukung,” imbuh Amin dengan bijak.

Meski ada sedikit rasa kecewa dengan pengunduran Pilkades, namun Amin dengan bijak bisa memahami keputusan pemerintah soal pengunduran pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Sleman. ”Saya pikir keputusan pengunduran jadwal Pilkades di Sleman ini cukup bijaksana, karena ini menyangkut keselamatan orang banyak,” katanya.

Menurut mantan birokrat ini, apa yang disampaikan itu bukan masalah menang atau kalah, tapi lebih pada soal kemanusiaan. Sebab, lanjut dia, kalau pelaksanaan Pilkades tidak diundur akan membahayakan banyak orang karena bisa makin merambahnya penyebaran virus korona.

Ketika ditanya apakah soal pengunduran ini tidak merugikan dirinya, dengan bijak Amin menjelaskan, kalau dibilang rugi ya rugi tapi kalau jadwal Pilkades ini dipaksakan membahayakan bagi masyarakat banyak. ”Ini masalah kemanusiaan, jadi kita harus mendukunghya,” katanya.

Bagi Amin ini bukan masalah menang atau kalah, tapi yang utama adalah keselamatan warganya dari ancaman virus Corona. ”Jujur saya lebih mengutamakan keselamatan warga saya,” jelas Amin sambil sosialisasi mengenai bahayanya virus korona sambil membagi-bagikan masker kepada warga. (inu/pra)