RADAR JOGJA – Hasil Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Jogja formasi tahun 2019 telah diumumkan. Dari 3.098 peserta yang lolos administrasi, ada sekitar 1.003 pelamar yang lolos SKD untuk melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Tapi untuk pelaksanaan tes SKB waktunya diundur dari jadwal semula. Itu sebagai dampak mewabahnya korona di Indonesia. Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja, Ary Iryawan mengatakan, pengunduran ini sesuai pengumuman dari Panselnas. Sebelumnya akan dilaksankan pada 25-30 April 2020. Terkait dengan pelaksaan SKB yang mundur, Ary belum bisa memastikan. “Tapi belum tahu kapan pelaksanaannya. Mungkin menunggu situasi membaik, melihat perkembangan saat ini daerah menunggu saja,” tuturnya, Rabu (25/3).

Meski pelaksanaan SKB diundur, dia meminta peserta yang lolos untuk mempersiapkan diri. Juga diingatkan penilaian CPNS adalah akumulasi nilai SKD dan SKB. Di mana bobot SKB jauh lebih besar yaitu 60 persen. Maka ketika nilai SKD tinggi belum tentu langsung lolos, karena SKD hanya 40 persen saja. ” Nanti diakumulasikan, jadi peserta yang lolos harus mempersiapkan diri betul-betul,” tuturnya.

Menurut dia, seleksi SKD tahun ini banyak yang passing grade (PG). Jika dilihat dari akumulasi nilai, di pemkot mencapai 90 persen passing grade dengan nilai tertinggi 445. “Tapi karena maksimal hanya diambil tiga besar akhirnya mereka kalah di nilai,” katanya.

Ary menjelaskan untuk metode seleksi antara SKD dan SKB hampir sama, sebab masih menggunakan CAT. Namun yang membedakan adalah pada materi tesnya. Adapun terkait dengan soal disesuaikan dengan jabatan yang dilamar meliputi ketugasan yang akan mereka tempati. “Misalnya melamar untuk formasi perawat, maka tesnya adalah terkait bidang keperawatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi merasa gembira karena peserta CPNS Pemkot Formasi Tahun 2019 berkualitas. Hal itu dibuktikan dengan tingginya skor yang diperoleh dalam SKD. “Menggembirakan sekali, dilihat dari nilainya hampir semua di atas passing grade. Itu artinya kualitas peserta tes juga tinggi. Persaingan memang cukup tinggi,” imbuhnya. (wia/pra)