RADAR JOGJA – Semakin bertambahnya jumlah kasus virus korona (Covid-19) di Kabupaten Bantul. Membuat sejumlah pedagang di pasar kuliner semakin was-was. Mereka pun dengan kompak memilih meliburkan diri.

”Sejak Selasa (24/3) pedagang sudah ada yang libur. Hari ini semua libur total,” ungkap Ketua Paguyupan Pusat Kuliner Angkruksari Kretek Cedet Sarwono dihubungi Kamis (26/3).

Rencananya, mereka meliburkan diri hingga 31 Maret. Apabila situasi belum kondusif, tidak menutup kemungkinan diliburkan lebih panjang.

”Ada 54 anggota paguyuban yang berdagang di Pasar Kuliner Angkruksari. Selain pedagang kuliner ada juga yang menyewakan mainan anak,” jelasnya.

Dia menceritakan, merebaknya korona ini berpengaruh pada tingkat kunjungan kuliner. Seminggu sebelum ditutup, jumlah pengunjung menurun hingga 40 persen dari kunjungan normal lebih dari 200 orang.

Cedet yang juga berjualan gorengan mengaku belum ada tindakan yang dia lakukan. Dia juga belum memikirkan strategi untuk menggerakkan ekonomi dapurnya selanjutnya. Dia hanya mengandalkan hasil tabungannya untuk bertahan sebulan ke depan. Terlebih berjualan itulah penghasilan utama dikeluarganya.

”Untuk sementara, kami hanya memikirkan kesehatan. Jangankan untuk berdagang, keluar rumah saja kami was-was,” ucapnya.

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Zona Paramitha mengatakan, ada empat Pasar Kuliner yang berinisiatif untuk libur. Selain Pasar Kuliner Angkruksari, Kretek yaitu, Pasar Kuliner Karangtalun (Eks pasar lama imogiri), Kuliner di Lapangan Demi, Imogiri dan Pasar Kuliner di Banguntapan.

Guna mencegah persebaran Covid-19,  sudah dilakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan mandiri di sejumlah pasar tersebut. Penyemprotan akan dilakukan secara periode. Dilakukan swadaya pedagang maupun Pemerintah Kabupaten.

”Kami tunggu tanggap darurat selesai 31 Maret. Setelah itu kami evaluasi. Untuk sementara tunggu kebijakan Pemerintah selanjutnya,” ungkapnya.

Jika situasi ini tak kunjung mereda, lanjutnya, kemungkinkan pedagang diarahkan untuk berjualan online dari rumah dan diantar ke rumah. Atau sesuai protokol pemerintah dengan meletakkan meja kursi berjauhan. Inisiatif lain dengan membeli makanan dengan cara dibungkus atau diarahkan agar membawa tempat makan dari rumah. (mel/ila)