RADAR JOGJA – Semakin bertambahnya kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Jogja menjadi catatan penting pemerintah kota (pemkot) untuk memutus mata rantai sebaran covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi mengatakan makin bertambahnya kasus ODP maupun PDP terpantau sebagian besar mempunyai riwayat perjalanan luar kota atau luar negeri.

“ODP, PDP, dan positif itu sebagian besar karena pulang dari wilayah lain,” katanya usai menerima Penyerahan CSR untuk cuci tangan dari Pertamina, di depan Pasar Beringharjo, Jumat (27/3).

Wakil Wali Kota Jogja itu mencatat update hingga kemarin (27/3) ODP sebanyak 204 kasus, 5 kasus PDP dan 2 kasus positif covid-19 yang dirawat di RS Jogja dan RS Panti Rapih Jogja. Dua pasien postif tersebut merupakan kluster Bogor dan Semarang.

“Itu (jumlah kasus) yang benar-benar terdetek adalah yang sudah periksa, kemarin itu ODP ada 204 selalu ada penambahan,” ujarnya.

Menurutnya, belum adanya larangan mudik menyebabkan warga dari luar kota masuk ke wilayah lain termasuk Kota Jogja. Meskipun dari DKI Jakarta sudah dihimbau untuk tidak melakukan mudik. “Kami hanya bisanya masih himbauan, kalau pulang ke Jogja sama Gubernur sudah ditetapkan ODP. Harus periksa dan harus isolasi diri 14 hari,” jelasnya.

Dengan demikian untuk mengantisipasi persebaran pemudik dari wilayah lain ini pemkot telah membentuk gugus tugas tingkat kecamatan dan kelurahan yang melibatkan jaringan  kelembagaan wilayah dari RT, RW, kampung, LPMK, dan forum masyarakat. Dengan pertimbangan semakin banyaknya orang pulang atau datang masuk ke kota Jogja.

“Makanya setiap orang datang harus ada pemeriksaan setiap masuk kota. Teman-teman dari RT, RW dan kelurahan yang akan bantu monitor,” terangnya.

Mereka yang datang diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Sebab orang yang sehat belum tidak membawa virus. Diharapkan semua kalangan masyarakat ikut bergerak mencegah sebaran covid-19 ini. Pun di beberapa terminal diupayakan juga akan dijaga agar melakukan pemeriksaan penumpang yang datang. “Jadi ini menjadi atensi kita bersama,” ucapnya.

Sementara, Camat Umbulharjo, Rumpis Tri Mintarta mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan warga yang mudik dan diperiksa di  wilayahnya. “Belum ada laporan dari lurah maupun puskesmas,” katanya dihubungi wartawan.

Namun, dia telah mengimbau kepada tim gugus tugas yakni terhadap RT dan RW melalui lurah apabila ada warga yang datang dari luar daerah untuk mendata dan mengisolasi mandiri selama 14 hari.

“Kalau ada gejala awal baru kami laporkan ke puskesmas untuk melakukan screening dan tindakan selanjutnya dengan visit ke rumah,” jelasnya.

Gugus tugas juga sudah melaukan fasilitasi penyemprotan disinfektan pada wilayah tertentu dan mendorong masyarakat agar selalu  melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)serta penyemprotan mandiri.

“Kami juga akan lakukan patroli bersama di tempat ada kerumunan masyarakat dan tempat-tempat lainnya,” imbuhnya. (wia/amd)