RADAR JOGJA – Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) DIJ memproduksi bilik sterilisasi untuk mencegah persebaran Covid-19 di DIJ. Rencananya alat tersebut akan disebar di seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD) seluruh DIJ maupun terminal dan stasiun.

Kepala Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) DIJ Triana Purnamawati mengatakan, bilik sterilisasi secara otomatis akan mengeluarkan uap disinfektan ketika seseorang memasuki bilik tersebut. Proses sterilisasi tiap orang yang masuk membutuhkan waktu 10-15 detik. “Fungsi supaya yang masuk ke situ jadi steril karena ada semprotan dari cairan disinfektan,” katanya Jumat (27/3).

Saat ini pengadaannya telah sampai pada tahap produksi. Setelah sebelumnya menjalani masa uji coba pada Kamis (26/3). “Kemarin (26/3) launching untuk mendapat kondisi dilihat dari efektivitas dan cara kerjanya,” tuturnya.

Untuk pembuatan satu unit bilik membutuhkan dana sebesar Rp. 9,5 juta. Dalam sehari pihaknya bisa memproduksi dua unit bilik. Namun harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti harga komponen di pasaran. “Perhitungan (harga) saat ini sewaktu-waktu bisa berubah, kalau sekarang komponen mist maker itu agak sulit dicari. Kalau naik harga (komponen) kita sesuaikan harga di pasaran,” jelasnya.

Pengadaan bilik steril di kantor-kantor OPD memanfaatkan dana yang dianggarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Dari realokasi anggaran yang mulanya dimanfaatkan untuk menggelar sebuah kegiatan. “Jadi kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dialokasikan untuk menangani COvid-19 ini. Jadi untuk pembelian itu,” terangnya.

Bilik berukuran lebar satu meter, panjang 1,2 m dan tinggi dua meter. Satu liter cairan disinfektan bisa untuk melayani 10 orang pengunjung. Disemprot dalam wujud kabut sehingga orang di dalam tidak akan basah. Penyemprotan juga menjadi lebih merata dan terasa nyaman.  “Dari segi fisik juga dibuat yang kokoh biar kalau dipindah pindah tidak khawatir akan pecah,” tuturnya.

Hingga saat ini beberapa OPD yang telah mengadakan adalah Disdikpora DIJ dan Otoritas Jasa Keuangan DIJ. “Perintah kabupaten atau kota juga sudah mulai konfirmasi ke kami,” katanya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, bilik sterilisasi akan diadakan di seluruh kantor OPD yang ada di DIJ. Tujuannya agar tiap ASN terjaga ketersterilannya. “Mulai sekarang akan disiapkan alat seperti ini. Sudah bisa dimanfaatkan, mereka (BLPT) sudah mulai produksi,” tambahnya. (tor/amd)