RADAR JOGJA – Kelurahan Klitren, Gondokusuman tengah menjalankan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berupa pembatasan dan pengawasan bagi warga luar wilayah yang akan masuk perkampungan.

Kebijakan ini bertujuan meminimalisir penyebaran Covid-19.
Lurah Klitren Zaenuri menuturkan kebijakan ini berlaku mutlak. Bahkan bagi warga Klitren yang akan pulang kampung. Sebelum kepulangan, warga tersebut wajib melaporkan kepada perangkat pemerintahan di wilayahnya.
“Ada satu keluarga yang sedang berada di luar kota untuk sementara diminta ditunda kepulangannya. Mereka sudah melapor dan pekan depan akan pulang. Tapi kami minta tunda dulu,” jelasnya, Senin (30/3).
Tak hanya bagi warga domisili Klitren, aturan ini juga berlaku bagi perantau. Termasuk para mahasiwa yang tengah menjalani studi di luar Jogjakarta. Dia telah meminta para induk semang menyebarkan informasi kepada penghuni kost maupun kontrakan.
Tercatat ada satu mahasiswa yang akan pulang ke Klitren. Sosok ini tengah menjalani kuliah kerja nyata di luar Jogjakarta. Otomatis protokol kesehatan Covid-19 berlaku baku kepada mahasiswa tersebut.
“Untuk mahasiswa ini ternyata kosnya di kelurahan kami, karena KKN-nya sudah selesai, lalu dia lapor mau kembali ke sini. Tetap kami minta tunda dulu. Kalau tetap ngeyel ya harus siap menjalani protokol kesehatan,” ujarnya.
Protokol kesehatan ini meliputi tindakan pencegahan penyebaran Covid-19. Berupa aksi mandiri berupa isolasi diri selama 14 hari. Tujuannya untuk mengetahui apakah individu terjangkit atau tidak. Selanjutnya apabila sehat, maka diijinkan aktivitas seperti biasa.
Penerapan protokol ini diawali dengan pelaporan ke RT/RW setempat. Mulai dari rencana kepulangan, berasal dari mana dan berapa hari. Langkah ini guna memudahkan pendataan riwayat perjalanan sebelumnya.
“Cara ini kami kira lebih elegan daripada misalnya menutup pintu-pintu masuk kampung. Kalau seperti itu (penutupan akses) kami kira rentan konflik sosial,” katanya.
Zaenuri mendorong agar warganya melakuka upaya kesehatan secara mandiri. Berupa penyemprotan disinfektan secara berkala. Selain itu juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keseharian.
“Bisa ada tim yang aktif di masing-masing RT/RW. Disamping PHB, penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah juga efektif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Terkait penutupan jalan kampung atau local lockdown yang saat ini marak terjadi di Jogja, ternyata untuk sementara belum diterapkan di Kelurahan Klitren. Fokus utama adalah upaya antisipasi kesehatan dari diri sendiri.
Ketua RW 10 Kampung Iromejan Nuza Prianto menuturkan belum ada tindakan pada penutupan akses. Walau begitu pihaknya tetap melakukan pendataan kepada warga yang datang. Termasuk penerapan isolasi mandiri bagi warga yang baru saja masuk kampungnya.
“Tidak sampai sana dulu (penutupan akses). Saat ini kami fokus penyemprotan disinfektan. Dilakukan swadaya dibantu para donatur seperti pemilik-pemilik usaha yang ada di Kelurahan Klitren,” katanya.(Dwi)