RADAR JOGJA – Merebaknya kasus korona di berbagai tempat, mengundang masyarakat untuk bergerak. Di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo banyak yang melakukan kegiatan dengan tujuan untuk memangkas mata rantai persebaran Covid-19.

Santernya informasi dari media sosial ataupun pemberitaan dari media massa, membuat masyarakat terpanggil untuk ikut melakukan aksi. Ada bermacam kegiatan yang dilakukan, baik itu melibatkan unsur pemerintah ataupun dilakukan sendiri secara mandiri oleh warga.

Di Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, sudah sepekan terakhir warga melakukan cegat warga di perbatasan desa. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap warga yang hendak masuk atau keluar wilayah. Bagi mereka yang memasuki wilayah, akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Aksi yang digelar oleh pemerintah desa itu melibatkan unsur masyarakat. Tak pelak kegiatan ini seakan menjadi sebuah kegiatan bersama diantara warga dan pemerintahan desa untuk bergerak bersama mengantisipasi peredaran Covid-19.

Minggu pagi (29/3), warga dikejutkan dengan kedatangan warga setempat yang selama ini meratau. Perantauan yang pulang ini langsung dicegat di batas desa dan dilakukan berbagai penanganan.

Petugas medis yakni bidan desa langsung melakukan pemeriksaan suhu tubuh, selain itu mereka juga mendapatkan berbagai sosialisasi tentang perlunya melakukan isolasi mandiri bagi warga yang datang dari luar kota.

“Kami mengajak mereka untuk peduli, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga terhadap keluarga dan warga sekitar,” tutur Ketua PKK Desa Hulosobo Sri Wahyuni.

Tidak hanya pemudik yang dilakukan tindakan, namun kendaraan yang digunakan oleh pemudik itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan. Tujuannya agar kendaraan umum itu nantinya akan digunakan oleh orang lain sehingga virus yang dimungkinkan ada dalam mobil akan hilang.

Di tempat yang lain, ada relawan penyemprotan yang dilakukan oleh SMK Bakti Putra Bangsa. Mereka secara rutin melakukan penyemprotan di tempat yang telah ditentukan. Biasanya sasarannya adalah sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Purworejo.

“Kami terpanggil untuk turut melawan wabah corona ini. Harapan kami, di Purworejo tidak ada kasus yang sampai dinyatakan positif,” kata Kepala SMK Bakti Putra Bangsa, Sudrajat. (udi/ila)