RADAR JOGJA – Jumlah kumulatif pasien posituf Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) susut. Data pemerintah pusat terbaru menyebutkan jumlah pasien positif ada 18 orang.

Data ini juga diamini oleh data Dinas Kesehatan maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ.

Awalnya sempat ada perbedaan data antara pemerintah pusat dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ. Pemerintah pusat memiliki data 22 pasien sementara Jogjakarta dengan data 19 pasien positif Covid-19. Hari ini semuanya sepakat pada data 18 pasien positif Covid-19.

“Ada satu kasus yang dipindahkan ke daerah asal (kasus 17) merupakan pasien asal Kebumen, Jawa Tengah. Lalu ada tambahan satu kasus di pusat yang kemarin belum masuk ke data pusat,” jelas Jubir Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih, Selasa (31/3).

Dikonfirmasi lebih lanjut, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIJ ini tak bisa memberikan penjelasan lebih rinci. Sebab, semua data diolah oleh pemerintah pusat.

Sementara kasus regional tetap dipantau berkala. Terutama pasien yang dirawat di semua rumah sakit rujukan. Timnya masih melakukan klarifikasi lanjutan. Terutama mengenai kejelasan perbedaan data di awal penghitungan. Mulai dari hipotesa pasien luar Jogjakarta yang dimasukan datanya hingga pos sementara hingga ditemukan wilayah asal.

“Saya juga tidak tahu alasannya kenapa, hanya kami minta konfirmasi ketidaksamaan data. Ternyata keterangannya seperti diatas,” ujar Berty.

Data terbaru pasien Jogjakarta ada kasus meninggal dunia per Senin (30/3). Tepatnya tiga orang berstatus pasien dalam pengawasan. Ketiganya meninggal saat uji swab laboratorium masih berlangsung.

Tiga PDP tersebut adalah pasien laki-laki usia 37 tahun asal Sleman. Selanjutnya pasien perempuan berusia 68 tahun dengan domisili Kota Jogja. Pasien ketiga adalah PDP berjenis kelamin laki-laki dengan usia 82 tahun. Pasien ini beralamatkan Kota Jogja.

“Terkait pemakaman, tetap dengan penerapan protokol tertinggi. Pertimbangannya adalah hasil uji swab pasien belum diketahui. Sehingga cara ini ditempuh sebagai wujud preventif,” ujarnya. (dwi/ila)