RADAR JOGJA – Juru Bicara Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Provinsi DIJ Berty Murtiningsih mengonfirmasi dua pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pasien pertama berjenis kelamin perempuan dan berusia 72 tahun. Domisili Wonogiri, Jawa Tengah dan dirawat di RSUD Wirosaban Kota Jogja. Pasien kedua berjenis kelamin laki-laki. Berusia 58 tahun dan berasal dari Bantul. Merupakan rujukan RS Nur Hidayah Bantul.

“Benar ada pasien berstatus PDP meninggal dunia. Untuk yang dirawat di RSUD Kota alamatnya Wonogiri Jawa Tengah. Sudah kami konfirmasi ke rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kota Jogja,” jelasnya, Rabu (1/4).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIJ ini menegaskan belum ada perubahan status pasien. Ini karena uji swab masih dalam proses. Walau begitu untuk proses pemakaman tetap menerapkan protokol tertinggi.

“Saat ini statusnya masih PDP. Untuk mengetahui apakah pasien positif, masih menunggu hasil uji swab sekali lagi. Ini untuk pasien yang perempuan,” ujarnya.

Kabag Hukum dan Humas RSUP Sardjito Jogjakarta Banu Hermawan menuturkan ada juga PDP meninggal di rumah sakitnya. Satu pasien ini berjenis kelamin laki-laki. Berusia 47 tahun dan berasal dari Kabupaten Sleman. Jenazah telah dimakamkan Rabu siang (1/4).

Terkait kondisi status medis, pihaknya belum melakukan pemeriksaan. Ini karena pasien meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Pasien tersebut juga belum mendapatkan tindakan medis apapun sebelumnya.

“Keterangan dari tim forensik (RSUP Sardjito) statusnya dead on arrival (DOA), meninggal dalam perjalanan. Pasien ini belum lakukan pemeriksaan. Dia itu diangkut Dinas Kesehatan Sleman dari rumahnya kemudian di jalan DOA,” jelasnya.

Inilah yang membuat Banu tak bisa menjelaskan penyebab kematian PDP tersebut. Hanya saja acuan yang digunakan adalah pernyataan dari Dinkes Sleman. Sebagai instansi yang menangani pertama kondisi kesehatan pasien.

Pasien, lanjutnya, bukanlah rujukan dari rumah sakit manapun. Ini karena lokasi pasien saat dijemput berada di kediamannya. Selanjutnya dievakuasi oleh Dinas Kesehatan untuk kemudian dibawa ke RSUP Sardjito.

“Kami belum sempat swab karena DOA tadi. Datang ke sini jam 23.30 (31/3), langsung perawatan jenazah sesuai tindakan protokol tertinggi karena Dinkes Sleman menyatakan sebagai PDP,” katanya.

Pemakaman tetap menerapkan protokol yang sama. Tak ada proses pemandian jenazah hingga persemayaman. Prosesi pemakaman dilakukan oleh tim gabungan Gugus Tugas Covid-19 DIJ. Selama pemakaman juga tak ada pelayat yang diijinkan mendekat.

“Tadi jenazah sudah diambil jam 11.30 (1/4) dan langsung dimakamkan di kediamannya di Sleman,” ujarnya. (dwi/tif)